SEJARAH DESA ILE KIMOK
Desa Ile Kimok adalah salah satu desa dari lima belas Desa di Kecamatan Atadei. Desa ini merupakan salah satu desa dengan topografi diatas gunung/pedalaman dengan ketinggian 300 mil dari permukaan laut. Sebagian dari tanah datar dan dikelilingi oleh desa-desa tetangga dan sebelah Timurnya dari Gunung Ile kimok.
Sejarah desa Ile Kimok berawal dari pelarian beberapa orang Ile Kimok akibat bencana Tsunami di kampung Awololong. Pelarian dan perjalanan panjang dari pendahulu masyarakat Ile Kimok, akhirnya menciptakan sejarah desa Ile Kimok yang terdiri dari beberapa fase pertumbuhan:
- Mado Ape keturunanya Pito Mado
- Hinga keturunanya sekarang Huba Balok
- Langaria keturunanya sekaran Hama Baha Labi
- Hoge keturunanya sekarang Hepa Hoge
- Edu keturunanya sekarang Bala Welin
- Kwihal keturunanya sekarang Bala Mujeng
- Belia keturunanya sekarang Kote Bala
- Bai Tue keturunanya sekarang Baha Benenok dan Wayo Benenok
Kedelapan keluarga ini tinggal dan membentuk kampung Ile Kimok di kampung bekas orang suku Meluelam yaitu Lewmolu sekarang.
1. Fase Ile Kimok Lima Kampung
Dalam perjalanan sejarah orang Ile Kimokmembuka diri dan menerima suku-suku lain yang datang meminta untuk bergabung dan tinggal bersama. Suku-suku itu antaralain, suku Meluelam, suku Tantuka, suku Henakin, dan suku Atalaya. Dengan bergabungnya suku-suku ini maka terbentuklah lima kampung Ile Kimok yaitu:
- Ile Kimok Lewlere dengan kepala kampungnya Mado Ape
- Ile Kimok Lewgolo (Niagertawa) dengan kepala kampungnya Pito Hinga
- Madobelao dengan kepala kampungnya Teka
- Kepaong Ora dengan kepala kampungnya Galot Rehi Namang
- Meluelam dengan kepala kampungnya Bulet Elaman
2. Fase Pemerintahan Penjajahan Belanda
Untuk mempermudah urusan pemerintah Belanda orang Belanda mengangkat dua orang kepala kampung untuk kelima kampung Ile Kimok sebagai berikut :
- Ile Kimok Lewlere dan Lewgolo, Madobelao dan Meluelam disatukan menjadi kampung Ile Kimok dengan kepala kampungnya Pito Hinga yang kemudian diganti oleh Laga Wua.
- Untuk wilayah Kepaong Ora dan wilayah semua suku pendatang dari Duan disatukan menjadi kampung Dua atau Taru Emi dengan kepala Kampungnya Dua Tarwai.
3. Fase Ile Kimokdi Kemerungora (1912-1918)
Pengaruh pemerintahan Belanda membawa dampak perdamaian dan persatuan masyarakat Ile Kimok yang pada akhirnya memutuskan untuk berpindah dari kampung lama ke Kemerung Ora. Selain itu daerah Kemerung Ora lebih datar dan luas serta dekat dengan kebun dan lahan masyarakat. Kepala kampung di Ile Kimok di Kemerungora Rota Elaman dan kepala Dua Taru Emi adalah Galot Namang. Rota Elaman meninggal di Kemerung Ora pada tahun 1913 dan di ganti oleh Bala Waddan.
4. Fase Kembali Ke Ile Kimokkampung Lama (1913-1938/1939)
Akibat waba cacar di Kemerung Ora yang merenggut banyak nyawa akhirnya orang Ile Kimok kembali lagi ke kampung lama pada tahun 1918. Dikampung lama kampung Ile Kimok di pimpin oleh Bala Wadan dan kampung Dua Taru Emi di pimpin oleh Galot Namang yang kemudian di ganti oleh Pito Matan Wawin lalu di ganti lagi oleh Tarwai kayun.
5. Fase Ile Kimokdi Kaha Puka Atau Dua Lei (1938-1939)
Fase ini berawal dari inisiatif kepala kampung Ile Kimok Bala Wadan pada Juli 1938 yang direstui oleh raja Larantuka. Pada awalnya hanya sebagian masyarakat yang bergabung. Ile Kimok di Kaha Puka di pimpin oleh Bala Wadan 1938-1953 kurang lebih 40 tahun dengan temukunnya Lima Roning, Bala Dungel Elaman, Laba Gol Roning, Leo Leba Elaman dan Baha Wai Roning. Tahun 1953-1960 Bala Wadan di ganti oleh Leo Leba Elaman dengan Temukunya Baha Wai Roning. Tahun 1960 Leo Leba diganti oleh Dominikus Daton Koban (hanya 6 bulan ) yang kemudian diganti oleh Yakobus Heran Rehing sampai tahun 1963. Kampung Dua Taru Emi dengan kepala kampungnya Benolo Kayun (1938-1939) temukunya Kedera Deko Tukan. Tahun 1939 -1955 dipimpin oleh Laurensius Haka Keluli Karangora dengan temukunnya Kedera Deko Tukan, Kae Baha Wawin dan Hamo Bala Tukan. 1960 -1963 di pimpin oleh Titus Baha Benenok Karangora yang di bantu oleh Siprianus Pereto Karangora.
6. Fase Persatuan Desa (1963)
Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan pada waktu itu dan di inspirasi oleh bapak Petrus Kepata Ile Kimok, maka orang Ile Kimok dari kedua kampung ini berkehendak menyatukan kampung Ile Kimok dan Duan Taru Emi menjadi satu kampung. Kehendak baik ini akhirnya terwujud pada tahun 1963 dengan kepala kampung terpilih pertama Yakobus Heran Rehing dengan wakilnya Titus Baha Benenok dan mandornya/sekertaris Petrus Lik Laba Roning. Yakobus Heran Rehing memimpin dari tahun 1963-1977. Tahun 1971 Lik Laba diganti oleh Siprianus Pereto merangkap sebagai wakil kepala Desa.
7. Fase Orde Baru
Pada tahun 1971 -1977 pemerintah Desa disesuaikan dengan peraturan daerah atau keputusan Gubernur NTT bahwa satu Desa di pimpin oleh seorang kepala Desa dan di bantu oleh seorang sekertaris desa dan pamong –pamong serta RT-RT pada tahun 1978 terjadi pergantian kepala desa dari Yakobus Heran Rehing ke Siprianus Pereto dengan sekertarisnya Leo Pito Wawin. Luas wilayah pemukiman yang pada awalnya 200 x 200 M² diperluas menjadi 400 x 400 dengan penetapan batas :
- Utara berbatasan dengan Wai Hebela
- Selatan berbatasan dengan Walang
- Timur berbatasan dengan Adpuka
- Barat berbatasan dengan Wewa